Reyhan: Kawal Prabowo-Gibran Bukan Berarti Tanpa Kritik
JAKARTA — Ketua Umum Aliansi Gibran, Reyhan Restuansyah, menegaskan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak berarti menutup ruang kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Menurut Reyhan, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan masukan dan kritik sepanjang dilakukan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan publik.
"Kami mendukung program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi tentu pengawalan juga berarti memberikan masukan dan kritik yang konstruktif ketika ada hal yang perlu diperbaiki," ujar Reyhan, Selasa (6/10/2026) malam.
Ia mengatakan Aliansi Gibran akan tetap mengawal berbagai program pemerintah dengan melihat sejauh mana kebijakan tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat.
Dalam pandangannya, organisasi masyarakat maupun kelompok relawan memiliki peran untuk menjadi bagian dari komunikasi publik antara masyarakat dan pemerintah.
Karena itu, dukungan terhadap pemerintah tidak harus dimaknai sebagai sikap menerima seluruh kebijakan tanpa evaluasi.
"Pemerintah harus diberikan ruang untuk bekerja, tetapi masyarakat juga berhak memberikan kritik dan masukan," katanya.
Reyhan juga mengajak masyarakat menghormati proses hukum yang telah berlangsung terkait Pilpres 2024. Menurutnya, perbedaan politik sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mempertahankan polemik tanpa akhir.
Ia menilai perhatian publik perlu diarahkan pada persoalan yang lebih konkret, terutama kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan.
"Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas," tegasnya.
Aliansi Gibran, kata Reyhan, akan terus berada di tengah masyarakat untuk mengawal kebijakan pemerintah sekaligus menyuarakan aspirasi publik.
"Kami akan terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran agar program-programnya berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.
